Jurnalis Wanita di Indonesia yang Paling Ikonik

Jurnalis Wanita di Indonesia yang Paling Ikonik

Jurnalis Wanita di Indonesia yang Paling Ikonik

Jurnalis Wanita di Indonesia yang Paling Ikonik

jurnalis wanita

Jurnalis Wanita di Indonesia yang Paling Ikonik – Hai, kurang lebih siapakah jurnalis favoritmu? Jurnalis sekarang menjadi satu diantara karier yang dicari oleh beberapa orang lho. Tetapi, tidak hanya memerlukan performa, seorang jurnalis harus juga berpikiran luas. Ini kali kami sudah meringkas jejeran jurnalis wanita yang tidak hanya elok tetapi juga pandai dan berprestasi lho. Siapa mereka? Lihat berikut ini yok!

Roehana Koeddoes

Roehana Koeddoes, terlahir di Sumatra Barat tahun 1884. Dapat disebut beliau ini hidup satu jaman dengan RA Kartini. Walau tidak sepopuler Kartini, Roehana sebagai salah satunya figur pejuang yang banyak berjasa untuk Indonesia. Jasanya besar sekali di bagian pendidikan, jurnalistik, dan politik. Walau sebenarnya saat itu, perempuan Indonesia masih mempunyai ruangan gerak yang paling terbatas.

Profesi wartawanme Roehanna diawali saat ia jadi pimpinan redaksi surat-surat berita wilayah seperti Sunting Melayu, Perempuan Bergerak, dan Radio dan Sinar pada awal tahun 1900an. Untuk kenang kembali jasanya, pada peringatan Hari Jurnalis Nasional ke-3 pada 9 Februari 1987, Menteri Pencahayaan Harmoko memberikan penghargaan ke Roehana sebagai Pelopor Jurnalis Indonesia. Jurnalis wanita yang ini meninggal pada tahun 1972.

S. K Trimurti

Sedikit yang mengetahui jika Surastri Karma ialah kepanjangan dari huruf S. K yang ada di muka namanya. Perempuan kelahiran 1912 ini malah seringkali menyebutkan dianya bernama Karma atau Trimurti sebagai nama rahasia pada media. Aksinya di bagian pendidikan dan jurnalis slot paling gacor di jaman kemerdekaan membawa ke penjara sepanjang sekian tahun, karena tulisannya yang kobarkan semangat anti kolonialisme pada Belanda dan Jepang waktu itu. Bersama suaminya, Sayuti Melik, S.K. Trimurti membangun dan mengurus media massa Cepat. Beliau sempat juga memegang sebagai Menteri Tenaga Kerja pada periode Presiden Soekarno. Sesudah alami beberapa periode pemerintah, S. K Trimurti wafat pada tahun 2008.

Herawati Diah

Herawati Diah ialah jurnalis wanita pertama Indonesia yang raih pendidikan resmi sebagai jurnalis. Beliau lulus dari jalur Sosiologi di Barnard College, Amerika Serikat di tahun 1941. Istri dari pria yang profesinya sebagai jurnalis, B.M Diah ini awalannya bekerja sebagai reporter terlepas untuk United Press International. Sesudah menikah, bersama suaminya beliau membangun The Indonesian Observer, media massa pertama Indonesia yang berbahasa Inggris. Media massa ini diedarkan pertama kalinya tahun 1955 dengan informasi mengenai Pertemuan Asia Afrika.

Herawati Diah wafat 30 September 2016 dalam umur 99 tahun. Karena jasa dan keaktifannya di dunia jurnalistik, Persatuan Reporter Indonesia menganugerahinya dengan gelar Lifetime Achievement Award.

Rosiana Silalahi

Untuk jurnalis wanita yang ini, kalian tentu sudah pada mengenal kan? Yup, figur namanya komplet Rosianna Magdalena Silalahi ini sebagai jurnalis andal kelahiran Pangkal Pinang, 28 September 1972.

Profesinya sebagai jurnalis mulai naik saat dianya gantikan Ira Kusno sebagai Pembawa acara Acara Informasi Liputan 6 SCTV yang memundurkan diri. Rosi selanjutnya memperoleh peluang sebagai salah satunya dari 6 jurnalis TV dari Asia yang menginterviu Presiden Amerika Serikat, George Bush, pada tahun 2003 secara terbatas. Sekarang ini, Rosi memegang sebagai Pimpinan Redaksi (Pemred) dari News Kanal Kompas TV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Related Post