Wajib Kenal 4 Jurnalis Fotografi Wanita Indonesia Yang Mendunia

Wajib Kenal 4 Jurnalis Fotografi Wanita Indonesia Yang Mendunia

Setiap mendengar profesi jurnalis foto, dibenak anda segera terbayang itu adalah pekerjaan laki-laki. Membawa peralatan kamera yang banyak dan berat, terjadi di bawah terik matahari, lebih-lebih perlu terjun ke medan perang. Bisa dibilang termasuk kesibukan yang ekstrem dan membutuhkan tenaga lebih.

Tapi berasal dari keribetan semua itu, tidak mengimbuhkan batasan bagi perempuan untuk laksanakan hal yang sama. Dari sekian banyak jurnalis foto di Indonesia, terdapat jurnalis foto perempuan yang hebat dan tak kalah profesionalnya dibandingkan laki-laki yang dominan suka tantangan seperti bermain link sbobet.

4 Jurnalis Fotografi Wanita Indonesia Yang Mendunia

Adek Berry

Berbeda jauh dengan pendidikan yang telah ia kenyam semasa kuliah di Teknik Pertania, Adek Berry menentukan jalur hidupnya sebagai jurnalis foto. Kecintaannya terhadap fotografi dan menulis telah terlihat sejak Adek Berry duduk di bangku SMA terima hadiah bersifat kamera berasal dari sang kakak. Kemampuan fotografinya makin lama terasah saat memasuki era kuliah di mana ia join dengan klub fotografi di kampusnya. Kini, Adek Berry masih aktif berkarir menjadi jurnalis foto di bawah naungan AFP, agensi foto yang berpusat di Prancis.

Eka Nickmatulhuda

Wanita lulusan Komunikasi Pembangunan IPB ini mulai menjalani kariernya di dunia foto jurnalistik dengan magang di Antara, agensi foto asal Indonesia yang berbasis di Jakarta. Setelahnya, ia pun melebarkan sayapnya dengan join di Tempo sebagai pekerja terlepas foto jurnalis, atau yang biasa disebut sebagai stringer foto. Walaupun ia perlu laksanakan pengorbanan dengan berhutang untuk belanja sebuah kamera. Namun, pengorbanan tersebut berbuah manis. Hasil bidikannya kini telah terpajang di beraneka belahan dunia.

Enny Nurhaeni

Wajib Kenal 4 Jurnalis Fotografi Wanita Indonesia Yang Mendunia

Berawal berasal dari membantu kakaknya di studio foto, Enny Nurhaeni mulai mengenal dan tertarik di dunia fotografi. Berbekal kekuatan memotret dan mencuci cetak foto yang saat itu, tahun 80-an, masih memanfaatkan roll film, Enny memberanikan diri untuk mendaftar kerja di biro Reuters Jakarta. Ia pun di terima dan mengawali kariernya menjadi jurnalis foto. Berbagai pengalaman sebagai jurnalis foto telah ia kantongi bersama agen sbobet.

Seperti perlu berdesak-desakkan dengan kaum laki-laki bertubuh besar, dimarahi oleh petugas, tidak mandi selama berhari-hari, perlu membawa kotak memuat peralatan foto yang berat, dan masih banyak lagi. Namun, dengan kecintaannya terhadap fotografi jurnalistik, segala hal tersebut tidak menjadi masalah baginya.

Ng Swan Ti

Setelah 10 tahun bekerja kantoran, Ng Swan Ti menentukan untuk nampak dari pekerjaan berikut dan memulai kariernya sebagai fotografi terlepas terhadap tahun 2002. Setahun sesudah berhenti bekerja, ia mengikuti sekolah jurnalistik terbaik Indonesia. lokakarya fotografi yang diadakan oleh World Press Photo di Jakarta. Ini jadi langkah awal ia di dunia foto jurnalistik.

Kliennya tidak hanya berasal dari Indonesia, tapi juga dari negara lain. Ia pun beberapa kali mengikuti pameran foto skala internasional. Saat ini Ng Swan Ti juga membagi waktunya untuk menambahkan ilmu fotografinya di NGO yang berfokus terhadap bidang fotografi jurnalistik dan dokumenter, yakni PannaFoto Institute.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post